Wisata Pelaihari, Taman Labirin

Wisata Pelaihari, Taman Labirin
Taman Labirin, Tambang ulang Pelaihari

Siang itu tujuan saya dan beberapa kerabat adalah Taman labirin, yang terletak di kawasan Agrowisata BP3T di Tambang ulang Kabupaten Tanah Laut, Pelaihari. Pengunjung bisa dengan mudah meng-akses lokasi BP3T ini karena terletak di jalan utama Jendral Ahmad Yani KM.51.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam akhirnya kami sampai juga di tujuan.  Kami pun berjalan kaki dari gerbang depan memasuki bagian dalam kawasan ini, sepanjang jalan ada banyak ragam pepohonan dan tumbuhan hijau yang menyejukkan mata dan menyegarkan udara. Namun, cuaca panas terasa terlalu menyengat siang itu. Sehingga kami putuskan untuk beristirahat dulu di pondok yang terletak diatas danau pemancingan di kawasan tersebut sambil menikmati makan siang beserta menikmati angin sepoi-sepoi yang membuat mata terasa kantuk. Seiring habisnya bekal makanan yang kami bawa, panas matahari yang menyengatpun perlahan lahan mulai berkurang. Maka itulah saat nya untuk mengeksplorasi kawasan agrowisata ini.

Wisata Pelaihari, Taman Labirin

Wisata Pelaihari, Taman Labirin

Wisata Pelaihari, Taman Labirin

Wisata Pelaihari, Taman Labirin

Wisata Pelaihari, Taman Labirin

Wisata Pelaihari, Taman Labirin
Main gate Wisata Taman Labirin 

Wisata Pelaihari, Taman Labirin

Kawasannya lumayan luas, jadi nggak semua tempatnya sempat saya datangi. Ada beberapa yang saya datangi yakni Labirin, danau kecil yang ada pondok diatasnya kaya konsep pemancingan gitu, lapangan sepakbola dengan pemandangan pegunungan, kandang rusa, dan yang paling seru adalah nyobain flying fox nya.

Sore itu, saya lihat banyak pengunjung memang menyukai wahana Labirin. Sayapun turut mencoba. Dan saya pun berhasil. Berhasil tersesat  berkali kali maksudnya. Wkwkwk... Setelah mencoba berkali-kali demikian juga pengunjung yang lain ada yang mencoba sampai berkali kali namun tidak juga menemukan pintu keluar labirin. Lucu, menyenangkan dan melelahkan ketika terjebak didalam labirin. Lucu ketika berpapasan dengan orang yang sama berkali-kali, menyenangkan karena merasa tertantang untuk menemukan pintu keluar labirin, namun juga cukup melelahkan karena muter sana sini sampe keringetan pintu keluarnya gak juga ketemu. Kalau feeling saya sih labirin nya cuma nyediain satu pintu doang buat masuk berikut buat keluarnya juga dari pintu yang sama. Di tengah lokasi Labirin terdapat menara yang tingginya mungkin sekitar 3 sampai 4 meter. Dari menara itu pengunjung bisa melihat pemandangan labirin yang hijau dan menyegarkan mata.






Dari info yang saya dengar sih, sebenarnya lokasi ini bukanlah tempat rekreasi yang dibuka untuk umum. Melainkan untuk kebutuhan instansi daerah dengan beragam kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan pertanian, perikanan  dan sektor agro wisata. Namun seiring berjalannya waktu kawasan ini terus berkembang dengan dibuatnya area bermain flying fox. Katanya disini juga sering dijadikan tempat berkemah pihak sekolah ataupun kampus maupun out bond. Selain arena out bound yang luas, camping area yang memadai, juga ada lokasi penyemaian bibit berbagai macam jenis tumbuhan.

Saran kalau temen-temen ada yang mau datang ke tempat ini, sebaiknya siang menjelang sore, karena kalau siang panasnya benar-benar menyengat. Tapi buat yang mau datang kesini jangan buang sampah sembarangan ya, selamat berlibur dan tetap jaga kebersihan kawasan liburan yang kalian datangi.

Sumber beberapa foto diatas:
http://aankada.blogspot.co.id
http://zainalhakimmsc.blogspot.co.id

Wisata Pulau Kembang, Banjarmasin

Wisata Pulau Kembang
 Selamat datang di Hutan Wisata Alam Pulau Kembang

Pulau Kembang adalah objek wisata yang lokasinya berada tidak jauh dari pasar terapung sehingga objek wisata Pulau Kembang ini sering ditawarkan dalam satu paket dengan Pasar Terapung yang merupakan objek wisata andalan kota Banjarmasin. Setelah sebelumnya saya dan keluarga mengunjungi Pasar terapung di muara kuin, Pulau kembang ini menjadi destinasi kami selanjutnya. Kurang lebih sekitar 15 menit diperjalanan dari lokasi pasar terapung, akhirnya kami sampai di Pulau kembang. Begitu turun dari kapal kami ditawari oleh beberapa pemandu wisata yang menawarkan kacang untuk diberikan pada monyet-monyet yang ada didalam hutan pulau kembang, namun kami tolak karena kami sudah membawa pisang untuk diberikan kepada monyet. Setelah membeli karcis, kami pun masuk kedalam lokasi objek wisata ini.

Wisata Pulau Kembang
 Foto di Altar Pulau Kembang

Pulau Kembang merupakan habitat bagi monyet dan beberapa jenis burung. Kami berfoto sejenak di bagian depan objek wisata dan di altar yang digunakan untuk meletakkan sesaji bagi “penjaga” pulau ini. Kami kemudian melanjutkan petualangan bersama-sama ditemani 2 orang pemandu wisata. Tak jauh dari altar tersebut, sudah banyak monyet menunggu diatas pohon memperhatikan kami, tampaknya mereka memang menunggu makanan apa yang kami bawakan buat mereka. Dan ketika pisang saya keluarkan dari dalam plastik monyet-monyet tak langsung merebut pisang tersebut melainkan bersabar menunggu untuk kami berikan satu demi satu sambil terus berjalan kearah dalam hutan. Monyet-monyet disini tampak sangat bersahabat dengan para pengunjung. Namun meski demikian, pemandu wisata selalu mengingatkan kami untuk memasukkan barang-barang seperti ponsel, dompet, kacamata atau barang-barang lain ke dalam tas. Ini untuk menghindari para monyet-monyet tersebut merebut barang tersebut dari tangan kami. Dan apabila mereka dalam keadaan lapar biasanya lebih agresif, begitu kata sang pemandu menerangkan kepada saya.

Wisata Pulau Kembang
Menyusuri hutan ditemani Pemandu

Banyak mitos mengenai asal usul monyet-monyet di Pulau ini. Menurut sang pemandu wisata monyet-monyet di kawasan pulau kembang ini sudah ada sejak zaman kerajaan dahulu. Menurut Sang pemandu wisata monyet-monyet di Pulau kembang ini terdiri beberapa kelompok yang masing-masing kelompok dipimpin oleh seekor ketua kelompok yang mana monyet yang berstatus sebagai ketua tersebut mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dibanding ukuran tubuh monyet yang lain. Setelah sekitar 30 menit berkeliling Pulau Kembang, memberi makanan kepada monyet, menikmati segarnya udara pagi di hutan yang asri, kamipun kembali ke perahu untuk menyusuri Sungai Kuin dan kembali merapat ke kota Banjarmasin.

Wisata Pulau Kembang
Rafie ngasih makan salah satu monyet di Pulau Kembang

Pasar Terapung Muara Kuin, Banjarmasin


Mendengar namanya saja pasar ini tentu sudah membuat penasaran. Karena jelas berbeda dengan pasar-pasar yang pernah kita ketahui sebelumnya. Namun bagi warga asli kota Banjarmasin khususnya atau warga Kalimantan Selatan pada umumnya tentu sudah tidak asing lagi dengan pasar tradisional yang unik ini yang juga merupakan salah satu objek wisata di Banjarmasin. Saya sendiri, meskipun kelahiran dan dibesarkan di Kalimantan Selatan saya hanya beberapa kali saja mengunjungi pasar terapung ini, itupun sudah lama banget. Itu karena tempat tinggal saya yang terletak di salah satu Kabupaten yang lumayan jauh dari Kota Banjarmasin.

 Suasana di Pasar Terapung pagi itu

Dan akhirnya setelah sekian lama saya gak melihat pasar terapung, beberapa hari yang lalu saya datang lagi kepasar tersebut bersama-sama dengan keluarga mertua saya yang datang dari Jogja, bersama istri dan anak saya dan juga Ibu saya tercinta. Sebelum bercerita lebih jauh tentang pasar unik ini, ada baiknya saya sedikit menjelaskan apa itu pasar terapung yang mungkin beberapa dari pembaca artikel ini yang belum tau.

Pasar Terapung adalah Pasar Tradisional yang seluruh aktivitasnya dilakukan di atas air dengan menggunakan perahu, lokasinya terletak diatas sungai Barito di muara sungai Kuin, Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan. Para pedagang dan pembeli menggunakan perahu dalam melakukan aktifitas jual-beli ataupun barter dipasar ini. Pasar ini mulai setelah shalat Subuh sampai selepas pukul 07:00 pagi. Ketika matahari mulai muncul berangsur-angsur pasar pun mulai sepi, para pedagang, pembeli maupun wisatawan akan mulai beranjak meninggalkan pasar terapung. Jadi kalo udah agak siang di muara sungai kuin ini sudah tidak ada aktifitas pasar lagi. Perahu-perahu dengan muatan barang dagangan seperti sayur mayur, buah-buahan, ikan dan berbagai kebutuhan rumah tangga akan tampak di pasar terapung.


Pemandangan yang khas yang hanya bisa anda temukan disini adalah suasana pasar yang menyuguhkan pemandangan perahu yang saling berdesakan antara yang satu dan yang lainnya untuk menemukan pembeli, penjual ataupun partner untuk saling bertukar barang dagangan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Perahu yang mereka tumpangi pun selalu oleng akibat gelombang sungai Barito. Benar-benar pemandangan unik dan langka dizaman yang modern seperti sekarang ini. Selain itu, keberadaan pasar terapung ini sudah terkenal di seluruh Indonesia sebagai salah satu obyek wisata. Oleh karena itu, saya sarankan bagi teman-teman yang datang ke Banjarmasin, tidak ada salahnya menyempatkan diri untuk berkunjung ke pasar terapung muara kuin ini untuk menyaksikan langsung keunikannya. Karena pasar terapung ini adanya Cuma setelah subuh, maka mungkin anda berfikir bahwa anda akan merasa lapar saat berada diatas kapal jika tidak membawa bekal makanan yang cukup dan karena mungkin sebelum berangkat ke pasar ini anda belum sempat sarapan dulu, namun jangan khawatir karena di pasar terapung juga ada pedagang yang menjual makanan siap saji, seperti kopi, teh, kue, gorengan, bahkan nasi untuk sarapan pagi dengan berbagai pilihan menu seperti soto banjar, rawon, nasi kuning, ikan goreng, dan sate pun tersedia disini.


Beberapa hari yang lalu saat berkunjung kepasar terapung ini saya dan keluarga berangkat dari Banjarbaru sekitar pukul 04.30 pagi dan sampai di lokasi pelabuhan sekitar jam 05.00. Pada kondisi normal biasanya jarak antara Banjarbaru-Banjarmasin biasa saya tempuh dalam waktu sekitar 50 menit dengan menggunakan kendaraan roda 2, namun karena kondisi jalan yang masih sepi kali ini saya menempuhnya dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraaan roda 4. Setelah tiba dikawasan kuin sekitar muara saya dan keluarga pun terlebih dahulu melaksanakan sholat subuh di Mesjid Sultan Suriansyah. Selepas menunaikan sholat subuh saya bernegosiasi dengan seorang pemandu wisata yang sebelumnya telah menawarkan kepada kami jasa transportasi kapal untuk menuju pasar terapung saja atau dan pulau kembang.  Setelah ongkos dah deal kami pun segera berangkat dan diantar menuju ke pasar terapung yang kemudian menuju pulau kembang atau yang juga biasa disebut pulau Kambang.


Menjelajah Pasar Terapung pagi itu sangatlah menyenangkan buat saya, udara pagi sungai yang masih segar, pemandangan sunrise yang menakjubkan,  aktifitas penduduk sekeliling sungai, aktifitas kapal yang terlihat selama perjalanan, suasana di sekeliling sungai pun tak kalah indahnya. Ditambah melihat anak saya sangat menikmati perjalanan di kapal, yang tentu memberikan pengalaman baru yang bisa ia bagikan kepada teman-temannya melalui cerita. Setiba dilokasi pasar terapung kamipun melihat aktifitas yang biasa terjadi dipasar tersebut hamper setiap hari. Namun menurut informasi dari seorang teman yang berdomisili di Banjarmasin, pasar ini akan lebih ramai pada hari minggu atau hari libur nasional dibanding hari-hari biasanya. Pengecualian libur hari raya lho ya, hehe..

Pagi itu, selain melihat pemandangan yang unik saya juga dapat mengambil pelajaran yang sangat berharga yakni semangat yang tinggi dari para pedagang di Pasar Terapung yang saya lihat rata-rata adalah ibu-ibu paruh baya yang sudah sejak subuh sudah mulai berjualan dengan menggunakkan perahu sederhana tetap semangat mengayuh perahu mereka dari satu tempat ke tempat yang lain. Setelah sekitar 15 menit mengamati pasar terapung kamipun berbalik arah sekitar beberapa meter untuk memesan sarapan di sebuah kapal yang menjual sarapan. Kapal tersebut menyediakan menu sarapan seperti soto banjar, nasi kuning, rawon nasi putih dengan lauk yang bisa dipilih. Kali ini saya memilih untuk sarapan dengan nasi kuning lauk ayam. Pada saat menikmati sarapan, banyak sekali perahu-perahu yang merapat menawarkan dagangan mereka seperti buah-buahan, sayuran. Dan saya pun membeli beberapa sisir pisang sebagai bekal untuk dibawa ke Pulau Kembang untuk diberikan kepada monyet-monyet yang ada disana. Setelah selesai sarapan kamipun beranjak meninggalkan pasar terapung yang perlahan mulai sepi menuju Pulau Kembang.

Pantai Siring Pagatan, Tanah Bumbu

Pantai Siring Pagatan, Tanah Bumbu
Pantai Siring Pagatan, Tanah Bumbu

Pantai Siring Pagatan ini terletak di daerah Pagatan tepatnya ditepi jalan propinsi yang menghubungkan Ibukota Kalimantan Selatan, Banjarmasin dengan dua Kabupaten yang terletak dibagian Timur Kalimantan Selatan yakni Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Pulau Laut Kotabaru. Dengan ombak yang memang tidak begitu besar bahkan terkesan tenang, panorama laut biru yang indah, pemandangan pegunungan yang masih terlihat jelas meskipun terletak jauh di seberang, dipadukan dengan tiupan angin pantai yang sejuk benar-benar membuat hati merasa nyaman dan tenang kala duduk dan menikmati pantai Siring Pagatan ini dibawah sebuah pohon disalah satu bagian ditepi Pantai.

Tak berbeda jauh dengan pantai-pantai yang lain, di pantai siring ini keindahan cirri khas pantai pun jelas terpancar ketika sunrise, cahaya mentari pagi yang berwarna keemasan berpadu indah dengan birunya laut yang damai serta sejuknya udara pagi. Pada sore hari pun kawasan ini tampak ramai oleh pengunjung. Laut yang biru serta deburan ombak yang tenang yang terus mengalun tanpa henti itulah yang mungkin menawarkan kenyamanan tersendiri bagi mereka yang datang untuk menikmati suasana Pantai Siring Pagatan ini. Di seberang jalan, di sepanjang pantai Siring ini terdapat banyak penjual kelapa muda, seafood, jagung bakar atau pisang bakar.

Pantai Siring Pagatan, Tanah Bumbu

Pantai ini biasanya akan lebih ramai dikunjungi pada saat hari libur jika disbanding hari-hari biasa. Kebanyakan diantara mereka adalah warga sekitar atau warga lokal Tanah Bumbu ataupun ada juga diantara pengunjung yang hanya beristirahat diantara perjalanan untuk sejenak melepas lelah dengan menikmati secangkir kopi dengan sajian pemandangan pantai yang indah.

Bagi pengunjung yang mungkin datang jauh dari Tanah Bumbu dan ingin mendapatkan oleh-oleh khas daerah Pagatan, pengunjung bisa mendapatkan nya di toko-toko yang menjual aneka oleh-oleh khas Pagatan yang letaknya hanya sekitar 5 menit dari lokasi Siring ini, yakni di sepanjang jalan kota Pagatan. Oleh-oleh khas Pagatan yang paling popular diantaranya adalah Amplang (Sejenis kerupuk dari bahan dasar ikan) yang renyah dan gurih dan Dadar Gulung kering berwarna-warni dengan rasa yang manis.


Pantai Siring Pagatan, Tanah Bumbu

Candi Plaosan

Candi Plaosan
Candi Plaosan

Setelah bertahun-tahun tinggal di Jogja akhir nya saya berkunjung juga ke Candi yang satu ini. Yup, Candi Plaosan, sesuai dengan judul postingan kali ini. Sebenarnya sih udah lama pengen maen ke candi yang kata temen-temen sih gak kalah bagus ama candi-candi lain nya. Saat berkunjung ke candi ini saya datang bersama istri dan anak saya, temen saya Resha serta suaminya Galih dan adiknya Andika. Kami datang kesini pada hari libur yakni hari minggu, sekitar jam 10 pagi sudah sampai dilokasi setelah melalui perjalanan yang tidak terlalu jauh yakni sekitar setengah jam. Selama kami berada di candi Plaosan ini, kalo gak salah sih mungkin sekitar 2 jam tidak terlihat banyak pengunjung datang ke candi ini. Hanya ada beberapa wisatawan local dan beberapa turis asing saja yang sempat saya lihat memasuki kawasan candi Plaosan ini. Mungkin karena pada saat itu belum musim liburan, jadi sepi deh.

Candi Plaosan
Candi Plaosan tampak depan

Saya sampai ke candi ini cuman ngikutin petunjuk Galih sang penunjuk jalan yang sebelumnya sudah pernah beberapa kali ke Plaosan. Jadi gak tau persis alamat candi ini terletak, dan setelah googling baru deh dapet alamatnya, ni dia ni alamat candi Plaosan, Dusun Bugisan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, terletak di perbatasan Jawa tengah dan Yogyakarta dan tidak jauh dari lokasi Candi Prambanan. Bisa dicatet tuh bagi temen-temen yang punya rencana mau berkunjung kesini.
Candi Plaosan dibagi menjadi dua area yang dipisahkan jalan besar, yaitu Candi Plaosan Lor (Utara) dan Candi Plaosan Kidul (Selatan).

Narsis rame-rame

Candi Plaosan disebut juga candi kembar. Disebut kembar karena bentuk dan ukuran kedua candi ini sama. Pembeda kedua candi ini adalah ornamen dan reliefnya masing-masing. Jarak antara Candi Plaosan Lor dan Kidul adalah sekitar 20 meter dan dipisahkan oleh sebuah tembok pembatas dari batu yang mengelilingi masing-masing candi. Pada tembok pembatas tersebut, terdapat sebuah pahatan gapura yang berfungsi sebagai penghubung sekaligus sebagai jalan keluar dan masuk menuju halaman masing-masing candi. Candi yang dibangun oleh Rakai Pikatan untuk permaisurinya, Pramudyawardani ini merupakan perpaduan Hindu dan Budha.


Selain menjadi tujuan wisata oleh para wisatawan lokal maupun asing, Candi Plaosan juga merupakan tempat yang sangat bagus sebagai lokasi pemotretan dan menjadi objek yang bagus bagi mereka yang mempunyai hobi photography.




Taman Safari Indonesia, Cisarua Bogor

Taman Safari Indonesia, Cisarua Bogor
Rafie dan adik2nya di Taman Safari Indonesia, Cisarua

Taman Safari Indonesia berada di tiga lokasi berbeda. Yang pertama di Bogor, Jawa Barat. Yang kedua berada di Tretes, Jawa Timur. Dan yang ketiga berada di Bali. Dan yang ingin saya posting kali ini adalah Taman Safari Indonesia yang terletak di Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua, Propinsi Jawa Barat yang merupakan lokasi pertama berdirinya Taman Safari di Indonesia. Taman Safari Indonesia Cisarua ini resmi dibuka untuk umum pada tahun 1986 dengan menempati areal seluas 138,5 Ha. Taman Safari banyak mengkoleksi beragam jenis binatang yang tak hanya berasal dari Indonesia saja, melainkan juga satwa langka mancanegara dan pengunjung dapat menyaksikan satwa-satwa tersebut dibiarkan bebas seperti habitat aslinya.

Dengan menggunakan kendaraan roda empat, pengunjung dapat menyusuri rute untuk melihat lebih dekat binatang-binatang yang mungkin selama ini mereka lihat hanya di gambar atau televisi. Sepanjang jalan pengunjung akan disambut oleh banyak jenis hewan yang masuk kategori hewan jinak maupun hewan kategori buas. Untuk kategori yang pertama pengunjung bisa melihat beberapa hewan seperti zebra yang biasanya bila sedang lapar mereka akan untuk menjulurkan kepalanya ke jendela mobil pengunjung sambil berharapmendapatkan makanan. Pada bagian hewan jinak seperti ini, pengunjung dapat membuka kaca mobil dan memberi makanan kepada satwa. Namun pada saat memasuki zona binatang buas seperti macan tutul, harimau, singa dan beruang sebaiknya kaca mobil anda tutup rapat-rapat ya. Hehe…

Taman Safari Indonesia, Cisarua Bogor

Ada cara lain untuk menikmati suasana Taman Safari yakni dengan berjalan kaki. Disini tersedia jalur khusus pejalan kaki untuk melihat binatang dari atas yang disebut Safari Trek. Pada rute pengunjung akan ditemani pemandu, dan akan melewati air terjun serta dapat mencoba beberapa permainan seru nan menantang seperti flying foxes, rope climbing dan permainan lainnya. Melalui Safari Trek pengunjung bisa lebih merasakan suasana sejuk pegunungan, dan indahnya pemandangan memanjakan mata. Cara menarik lain yang tak kalah seru yang juga bisa menjadi pilihan ketika anda berkunjung kesini adalah melewati hutan di Taman Safari dengan “Elephant Trail”. Disini, pengunjung dapat menunggang gajah untuk menyusuri hutan dengan ditemani oleh seorang pemandu/pawang.

Di Taman Safari ini pengunjung juga bisa memasuki wahana Baby Zoo. Disebut Baby Zoo, karena di dalamnya terdapat beberapa jenis anak satwa. Di wahana ini pengunjung dapat berfoto dengan anak satwa. Pengunjung dapat memilih untuk berfoto dengan anak singa, anak macan tutul, bayi orang utan, atau anak harimau. Sebuah pengalaman yang akan sangat berkesan tentunya bagi putra putri anda. Seperti yang sering anda temui di Kebun Binatang, di Taman Safari juga ada pertunjukan satwa. Berbagai atraksi binatang dapat pengunjung saksikan secara gratis disini. Ada atraksi gajah, harimau, aneka satwa burung, lumba-lumba dan singa laut. Pertunjukan berlangsung 2 sampai 3 kali sehari dengan jam pertunjukan yang sudah ditentukan oleh pihak pengelola. Beberapa fasilitas lain yang ada di Taman Safari Indonesia Cisarua Bogor ini adalah bus safari, kolam renang dengan seluncur ombak, danau buatan, sepeda air, kereta api mini yang melintasi perkampungan ala Afrika, taman burung, kincir raksasa, kuda tunggang, komedi putar, area gocart, kesenian tradisional, animal education show, children’s play ground, air terjun dan toko-toko souvenir yang menjual boneka binatang, kaos atau souvenir lain yang dapat dijadikan oleh-oleh atau kenang-kenangan dari Taman Safari.

Peta Taman Safari Indonesia
Peta Taman Safari

Selain sebagai lokasi rekreasi, Taman Safari Cisarua juga mempunyai beberapa fungsi lain yaitu ikut aktif didalam membantu usaha perlindungan dan pelestarian satwa. Tentu masih banyak hal seru dan menarik yang ada di Taman Safari Indonesia yang tak bisa saya tulis semua secara lengkap dan detail karena keterbatasan yang saya ketahui Taman Safari, untuk itu silahkan datang dan buktikan saja sendiri. Hehe…

Taman Pelangi, Yogyakarta

Taman Pelangi, Yogyakarta
Taman Pelangi Yogyakarta

Selain dikenal dengan sebutan kota pelajar, dan warganya yang ramah, kota gudeg Yogyakarta juga dikenal punya banyak tempat wisata. Malioboro, candi, pantai parangtritis, alun-alun dan keraton mungkin beberapa diantaranya yang paling popular. Namun kali ini yang ingin saya bahas adalah taman pelangi yang terletak di kawasan Monjali ring road utara Yogyakarta. Yang membedakan tempat wisata ini dengan tempat wisata lain di Yogyakarta adalah jika tempat wisata lain buka pada pagi hingga sore hari, maka tempat wisata yang satu ini justru buka pada sore hingga menjelang tengah malam.

Taman Pelangi, Yogyakarta
 Rafie dan adik-adik sepupunya di Taman Pelangi

Taman pelangi ini mempunyai lumayan banyak jenis permainan, beberapa diantaranya yang saya ingat adalah perahu dayung, bola air, trampolin, speed boat, dan masih banyak lagi wahana permainan yang dapat dimainkan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Selain itu ada juga beberapa stand yang menyediakan makan dan minuman yang siap memanjakan lidah anda dengan berbagai macam pilihan menu Di sana, anda bisa menikmati makanan sambil bersantai di kursi, atau gazebo yang sudah disediakan.
Ketika senja telah datang taman ini akan dipercantik oleh warna warni cahaya dari lampion yang mengelilingi anggunnya bangunan Monumen Jogja Kembali dengan berbagai macam bentuk lampion. Sungguh sebuah suguhan dengan paduan warna dan kelap-kelip cahaya yang sangat mengagumkan dan memanjakan mata.
Tempat wisata ini tentu menjadi pilihan yang tepat bagi para orang tua yang ingin mengajak putra-putri mereka untuk berlibur. Salahsatu yang menarik menurut saya adalah di pintu masuk sebelah timur, dimana terdapat sebuah lampion besar, yang dibentuk layaknya gerbang berwarna pelangi. Selain itu ada juga lampion ukuran besar berbentuk Tugu Jogja, berbagai tokoh kartun, dan replika keajaiban dunia pun bisa anda temukan disini.

Jadi jika anda punya rencana untuk mengunjungi tempat wisata unik ini saya sarankan segera datang dan selamat menikmati germerlapnya lampion di Taman Pelangi Monjali Yogyakarta. Hehe…

Taman Pelangi, Yogyakarta
Rafie bergaya dengan background salah satu karakter anggota Super Junior

Taman Pelangi, Yogyakarta
Gaya apa an tu fie?

Pantai Pulau Salak, Tanah Bumbu

Pantai Pulau Salak, Tanah Bumbu
Pantai Pulau Salak

Setelah sekian lama gak berkunjung ke pantai ini, akhirnya beberapa hari yang lalu saya menginjakkan kaki lagi dipasir pantai yang dikenal dengan sebutan pantai pulau salak ini. Entah bagaimana sejarahnya sehingga pantai ini dinamakan pulau salak, padahal 1 pohon salak pun sangat sulit ditemukan dipantai ini. Namun saya rasa nama pulau salak tersebut tampak nya berasal dari nama desa dimana pantai tersebut berada. Pulau salak terletak tidak jauh dari pagatan, kabupaten tanah bumbu. Sedangkan dari kampung halaman saya di Sebamban III, butuh sekitar 30 menit untuk sampai dipantai.

Salah satu daya tarik pantai ini menurut saya adalah karena kawasan pantainya banyak terdapat pohon cemara dan juga rerumputan hijau sehingga membuat tepi pantai tampak asri dan nyaman untuk duduk sambil menikmati keindahan pantai. Pantai pulau salak merupakan salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi oleh warga Kabupaten Tanah Bumbu pada saat perayaan hari besar seperti hari raya idul fitri, idul adha atau tahun baru. Untuk masuk pun, pada hari libur tersebut biaya masuk diberlakukan sedangkan hari-hari biasa tidak dipungut biaya. Sedangkan fasilitas, tidak ada fasilitas umum yang menunjang untuk menarik pengunjung. Hanya ada panggung jika ada pertunjukan musik, toilet umum dan beberapa warung makan disekitarnya.

Sekitar 8-10 tahun yang lalu, pengunjung pantai pulau salak masih dapat menikmati bermain ditepi pantai atau mandi air laut, namun kini bibir pantai sudah tidak ada lagi karena air laut yang terus menerus naik sehingga kini pantai ini diberikan tumpukan batu dan tembok pembatas untuk menahan air laut terus naik. Pohon cemara yang dulu begitu rindang dan banyak, kini pun mulai mengurang jumlahnya. Satu hal lagi yang sangat menyita perhatian adalah jumlah sampah yang sangat banyak berserakan dikawasan pantai ini sangat mengganggu pemandangan. Andaisaja saja objek wisata ini dikelola dangan baik sejak dulu, bukan tidak mungkin pantai ini bisa menjadi salah satu objek wisata andalan Tanah Bumbu karena lokasinya yang sangat mudah dijangkau dan juga karena minimnya objek wisata di Kabupaten Tanah Bumbu ini.

Pantai Pulau Salak, Tanah Bumbu
Petunjuk jalan menuju pantai

Pantai Pulau Salak, Tanah Bumbu
Gapura Desa Pulau Salak

Pantai Pulau Salak, Tanah Bumbu

Pantai Pulau Salak, Tanah Bumbu

Pantai Pulau Salak, Tanah Bumbu

Paman Faras dan Rafie

Pantai Pulau Salak, Tanah Bumbu

Pantai Pulau Salak, Tanah Bumbu

Pantai Pulau Salak, Tanah Bumbu
Paman Jalal, Saya dan Adik sepupu saya Icin