Home » , » Kisah Teladan Rasulullah SAW dan seorang pengemis yang lumpuh dan buta

Kisah Teladan Rasulullah SAW dan seorang pengemis yang lumpuh dan buta



Dikisahkan pada zaman Rasulullah SAW, setiap pagi seorang lelaki menemui seorang pengemis yahudi tua renta, tak bergigi, lumpuh serta buta kedua matanya, untuk melembutkan makanannya. Pengemis itu begitu membenci Islam sebagaimana ia membenci Rosulullah saw.

Saking begitu besar kebenciannya terhadap Rasulullah, sehingga setiap harinya ia senantiasa mencaci maki Rasulullah saw. Ia memuntahkan kebenciannya kepada Nabi yang datang dari bangsa Arab, bukan Yahudi.

Selain melembutkan makanan, lelaki itu juga memberikan suap demi suap makanan ke mulut sang pengemis tua itu. Dan pada setiap kali suapan itu pula, sang pengemis berkata “bunuh Muhammad... bunuh Muhammad” dan berbagai cacian yang terus keluar dari mulutnya.

Namun si Lelaki ini tetap saja dengan lembut memasukan makanan sesuap demi sesuap ke dalam mulut pengemis tua tersebut, hingga suatu ketika si lelaki tersebut tidak lagi datang menyuapi.

Hari itu, Abu Bakar Ash Shidiq menggantikan perannya. Suap demi suap makanan di masukkan ke dalam mulut si pengemis. “Siapa kau?” pengemis itu terkejut. "Engkau pasti bukan orang yang biasa menyuapiku. Orang itu lebih lembut daripada kau,” lanjutnya,

Abu Bakar menjawab dengan bertanya, “Engkau tahu siapa yang biasa menyuapimu?" Abu Bakar melanjutkan perkataannya. “Dialah Muhammad, Rasulullah. Kini beliau telah wafat. Maka aku datang menggantikan beliau."

Terhenyaklah si pengemis yahudi itu. Serta merta ia menangis. Air matanya deras mengalir di pipinya. Hingga beberapa saat kemudian, dia pun menyatakan dirinya masuk Islam.

Tak dapat di pungkiri bahwa setiap kita memiliki kecenderungan perasaan terhadap sesuatu, baik itu manusia atau benda. Untuk sukai atau benci lah sesuatu sekedarnya, jangan terlalu menyukai atau pun terlalu membenci, jangan berlebihan. Sebab kecendrungan hati untuk berubah, apa yang kita rasakan saat ini bisa saja berubah total dan berlawanan dengan apa yang akan hati kita rasakan di masa yang akan datang. Seperti kisah diatas dimana pengemis yang dulu sangat membenci Rasulullah SAW, berubah menjadi mencintai beliau karena ketulusan hati Rasulullah.

Menyangkut perasan suka dan benci, Ali bin Abi Thalib ra “Bencilah musuhmu sekedarnya. Karena boleh jadi suatu hari nanti ia akan jadi orang yang kau cintai” (Ali bin Abi Thalib ra).

0 komentar:

Posting Komentar